Download ebook, paper, report, artikel, buletin ...

 

  • Menelisik Kembali Kisah Sodom dan Gomora

    Diskusi kedua yang diadakan oleh mahasiswa magang STT dibawakan oleh Galvin T Bartianus yang berjudul "Menelisik Kembali Kisah Sodom dan Gomora" pada tanggal 8 Juli 2014 lalu. Diskusi yang menarik ini memberikan pandangan baru tentang kisah Sodom dan Gomora yang selalu dijadikan bumerang untuk LGBT, khususnya gay.

    MENELISIK KEMBALI KISAH SODOM DAN GOMORA

    more
  • Eksistensi Manusia

    Selama dua bulan ini, GAYa NUSANTARA kedatangan mahasiswa magang dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta. Dalam kegiatan magang ini, mereka kami minta untuk memberikan sesuatu yang bisa dibagikan kepada anggota intern GAYa NUSANTARA maupun kepada eksternal. Untuk itu, tanggal 17 Juni 2014 lalu, salah satu mahasiswa ini, yaitu Anju Ramos Pasaribu membawakan diskusi kecil berjudul "Eksistensi Manusia". Diskusi yang menarik ini membahas bagaimana manusia harus menjadi subjeknya sendiri dan bukan menjadi objek orang lain. Ketika kita mulai menuding orang lain maka secara tidak langsung kita menjadikan manusia tersebut sebagai objek.

    EKSISTENSI MANUSIA


    more
  • Daftar Layanan Kesehatan Kota Surabaya Kesehatan merupakan hal penting yang harus kita jaga. Berikut ini adalah daftar layanan kesehatan di Kota Surabaya yang ramah terhadap LGBT. Jadi untuk kawan - kawan LGBT tidak usah merasa khawatir untuk terbuka terhadap orientasi seksualnya di layanan ini.

    Layanan Kesehatan Kota Surabaya

    more
  • Memberi Suara pada yang Bisu
    Dalam buku ini, Dede menggambarkan dengan sangat bagus pengalamannya selama di negeri Paman Sam. Kebetulan ketika itu, gerakan pembebasan gay di kampus-kampus berkembang pesat dalam suasana euforia. Ternyata, Dede tergugah oleh gerakan ini, seolah-olah mulai ketemu jalan keluar dari kemelut batin yang dialami di Indonesia di bawah Orde Baru. Akhirnya ia berani “membuka diri” di depan umum. Mungkin dia orang Indonesia pertama yang seberani itu. Di kalangan mahasiswa Indonesia di Cornell, yang dibagi dua antara birokrat-birokrat yang diongkosi Orde Baru dan orang-orang “sipil” yang bebas, berita ini ternyata mengagetkan. Grup pertama biasanya sinis dan marah: “bikin malu, ah”, “ikut-ikutan bule, ah” dan sebagainya. Ada juga yang bilang; “dasar Cina.” Tetapi grup kedua ternyata bisa menerima realitas, daan di kalangan ini Dede tak kehilangan teman, kalaupun kadang-kadang dia diobok-obok.

    Saya sendiri? Kagum dan heran. Kagum kepada keberaniannya dan heran melihat manusia Indonesia tipe baru, yang belum pernah saya jumpai sebelumnya: seorang gay. Dari mana keberanian itu? –Benedict Anderson

    more
  • FIQH Seksualitas
    Pembicaraan dalam konteks seksualitas, selalu berhubungan dengan manusia yang akan menjadi subyek. manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individu. Dia sisi lain manusia juga merupakan makhluk seksual. oleh karena itu, seksualitas haruslah dimaknai yang lebih luas tidak semata-mata hubungan seks, meski itu merupakan bagiannya. mengingat demikian eratnya hubungan manusia sebagai makhluk sosial dan seksual, menjadikan manusia selalu tidak bisa dilepaskan dari dominan - dominan seksual.

    Download disini

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 08/Tahun 07 Pergaulan di komunitas gay memang penuh ceria dan selalu menyenangkan. Meski masing-masing individu gay mempunyai problem sendiri-sendiri, namun saat berkumpul bersama di komunitasnya maka seolah-olah problem tersebut menghilang dan tergantikan dengan kegembiraan. Canda tawa bersama atau saling meledek, menambah semakin akrab suasana persahabatan dan persaudaraan yang ada di komunitas gay. Salah satu bentuk keakraban yang terjalin di antara mereka adalah saling menyapa dengan menyebut namanama ngondek mereka, yaitu nama perempuan masing-masing. Unik memang, hampir semua gay mempunyai nama perempuan dalam pergaulan mereka di komunitas. Seperti nama panggung seorang artis. Bisa jadi mungkin karena gay mempunyai sisi feminin dalam dirinya, atau bisa juga mungkin karena gay cukup dekat dengan komunitas waria, sehingga muncul pemakaian nama-nama ngondek ini dalam pergaulan mereka. Namun yang jelas nama-nama ngondek ini bukanlah untuk melecehkan seseorang, sematamata hanyalah untuk menunjukkan keakraban mereka saja. Silahkan download di sini Download

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 07/Tahun 07

    Berbicara tentang Pancasila tentunya tidak lepas dari semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu. Jika dikaitkan dengan LGBTIQ, tentunya sangat jelas sekali bahwa LGBTIQ masih dibedakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Orang masih lebih bisa menerima perbedaan SARA dibandingkan dengan LGBTIQ. Jadi tak heran bila sampai saat ini masih banyak stigma dan diskriminasi yang dialami LGBTIQ. Baca selengkapnya Majalah GN nomor 07 di sini

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 06/Tahun 07
    Bulan September selalu mengingatkan redaksi pada sekitar tahun 90-an lalu. Ada satu even seni bernama “September Ceria” yang selalu rutin digelar setiap tahunnya pada bulan itu di kota Solo, tepatnya di daerah wisata Tawangmangu yang sejuk. Even seni ini begitu populernya di masa itu dan dihadiri perwakilan LGBTI dari berbagai kota di Indonesia. Selain sebagai ajang untuk berekspresi, “September Ceria” juga digunakan sebagai sarana untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung antar LGBTI. Maklumlah di masa itu belum ada jejaring sosial seperti sekarang yang memudahkan orang untuk berkomunikasi. Sehingga even setahun sekali ini benar-benar dimanfaatkan untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung oleh LGBTI dari berbagai kota, sebagai ajang temu kangen dan reuni serta ajang untuk bertukar informasi.

    Namun sayangnya sekarang “September Ceria” tinggal hanya cerita saja. Maraknya kelompok-kelompok garis keras di mana-mana menjadi penyebab berhentinya even ini. Tidak hanya “September Ceria” saja, beberapa kegiatan serupa di berbagai kota juga mengalami hal yang sama. Tidak hanya sebatas dilarang saja dengan alasan kegiatan maksiat, namun juga ada beberapa yang diserang dan dibubarkan secara paksa. Bagaimana dengan kondisi sekarang?

    Silahkan baca dan download majalah GN di sini

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 05/Tahun 07 Bulan Agustus 25 tahun silam, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1987, GAYa NUSANTARA didirikan oleh Dede Oetomo dan kawan-kawan. Usia 25 tahun ini juga menjadi usia dari penerbitan kita ini. Karena Majalah GAYa NUSANTARA yang sedang kita baca ini memang terbit di tahun 1987. Membanggakan juga karena penerbitan ini mampu bertahan cukup lama, meski terkadang ada berbagai kendala yang menyebabkan ketidak-lancaran dalam penerbitannya. Beberapa penerbitan sejenis yang mengalami situasi dan kondisi sama dengan kita bahkan memutuskan untuk tidak terbit lagi, namun Majalah GAYa NUSANTARA masih tetap bertahan, tentunya patut disyukuri. Semua ini tentu tidak terlepas dari adanya komitmen yang kuat untuk tetap menerbitkan Majalah GAYa NUSANTARA dari para aktivis GAYa NUSANTARA sejak generasi tahun 1987 hingga generasi tahun 2012.

    Kembali menengok masa lalu, keberadaan Majalah GAYa NUSANTARA (yang dulu bernama buku seri, lalu buletin) diterbitkan sebagai sarana untuk berkomunikasi di antara kawan-kawan gay dan lesbian yang kala itu masih sangat tertutup sekali. Sehingga melalui media ini mereka dapat berkenalan antara yang satu dengan yang lain. Selain sebagai media berkomunikasi, mereka pun memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi dan edukasi seputar LGBTIQ yang tidak didapatkan di media lainnya. Media ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi di bidang menulis, berfungsi sebagai media untuk curhat, dan sebagainya.

    Hingga saat ini, fungsi Majalah GAYa NUSANTARA masih belum berubah seperti tahun 1987 lalu. Hanya saja kolom Perkawanan untuk mencari kawan baru sudah tidak ada lagi, mengingat media internet melalui aneka jejaring sosialnya sudah mengakomodir hal itu. Namun sarana untuk informasi dan edukasi tetap terjaga dengan makin banyaknya kawan-kawan muda yang berpartisipasi melalui berbagai macam tulisannya. Keterlibatan kawankawan LGBTIQ inilah yang juga mempertahankan eksistensi Majalah GAYa NUSANTARA hingga saat ini, selain komitmen seperti yang sudah disinggung di awal. Semoga hal ini tetap dapat dipertahankan hingga ke depannya.

    Download di sini

    more
  • Jurnal Gandrung Vol. 2 No. 1, Juni 2011 Dalam nomor ini ada dua artikel yang membahas representasi seksualitas dalam dua jenis media, yakni blog dan fi lm. Ari Setyorini membahas performativitas lesbian dalam blog, sementara Ben Murtagh membahas fi lm “Coklat Stroberi” (2007), yang menampilkan kompleksitas homoseksualitas masa kini.

    Silahkan download di sini















    ..

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 04/Tahun 07 Bulan Juli di tahun 2012 ini bersamaan waktunya dengan bulan suci Ramadhan, di mana umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Tak ketinggalan pula LGBTIQ yang muslim pun juga turut menjalankan ibadah puasa. Hal ini menepis anggapan bahwa LGBTIQ tidak pernah beribadah maupun tidak beragama. Beragama dan berkeyakinan adalah pilihan, dan bila kemudian memilih beragama atau berkeyakinan tertentu, pastilah segala ajarannya akan dilaksanakan oleh penganutnya, tidak peduli apakah dia LGBTIQ atau tidak.

    Bulan puasa juga identik dengan razia-razia “kemaksiatan” yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu, di mana salah satu sasarannya adalah LGBTIQ yang berada di lokasi ngeber. Entah apa hubungannya antara ngeber dengan “maksiat”? Padahal ngeber hanya sekedar bertemu dan berkumpul dengan sesama LGBTIQ. Yang jelas razia-razia ini kerap terjadi, dan tak jarang disertai dengan aksi anarki pada LGBTIQ. Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua, mengingat hingga saat ini masih belum ditemukan solusinya. Selain mencari sekutu untuk terus-menerus melakukan advokasi terhadap permasalahan ini, di sisi lain LGBTIQ juga harus mempunyai strategi untuk menghindari razia-razia tersebut.

    Kebingungan tentang posisi LGBTIQ dalam agama, juga kerap muncul di bulan puasa ini. Tentunya sangat disarankan agar kawan-kawan LGBTIQ membaca tulisan atau mungkin berkonsultasi langsung dengan tokoh-tokoh muslim yang pro LGBTIQ. Hal ini akan sangat membantu sekali untuk menenangkan hati dan pikiran, agar ibadah tetap berjalan dengan lancar. Meski bulan puasa, tentunya kami berharap segala produktivitas dan kreativitas kawan-kawan LGBTIQ tetap tidak berubah.

    Download Majalah GN di sini

    more
  • Majalah GAYa NUSANTARA No 03/Tahun 07
    Bulan Juni 2012 ditetapkan sebagai Bulan Kebanggaan LGBT di Amerika Serikat oleh Presiden Barack Obama. Tentu hal ini merupakan sejarah bagi komunitas LGBT di Amerika Serikat karena presidennya menetapkan bulan khusus untuk mereka. Patutlah untuk disyukuri dan dirayakan. Semoga hal ini dapat menjadikan inspirasi bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk melakukan hal yang sama. Berbicara masalah kebanggaan, khususnya sebagai LGBTIQ di Indonesia, tentunya bukan hal yang muda bagi kita. Sejak kecil kita sudah mendengar stigma-stigma tentang LGBTIQ yang dijejalkan terus-menerus di otak kita olah orang-orang di sekitar kita. Sehingga saat kita merasakan bahwa kita adalah bagian dari LGBTIQ, timbul pergolakan yang hebat dalam diri kita untuk mengingkari siapa diri kita yang sebenarnya. Stres, depresi, minder, tidak percaya diri atau merasa sebagai orang termalang di dunia, itulah yang pernah kita rasakan saat berusaha menentang diri sendiri. Imbasnya tentu saja kebanggaan menjadi seorang LGBTIQ menjadi sedikit atau bahkan mungkin tidak ada. Download di sini.

    more